Oleh: mer1t | Juli 14 , 08

Kita Yang Korupsi…….

Saat ini hampir semua elemen masyarakat meneriakkan keinginan untuk anti korupsi, pada sektor swasta, sektor pemerintahan. Mahasiswa dan masyarakat umum berkeinginan kuat untuk menghentikan korupsi yang ada.

Tetapi mengapa semakin besar keinginan untuk menghapus korupsi yang ada, korupsi justru semakin semarak, dan hal ini tidak hanya pada kalangan birokrat, PNS, pejabat, bahkan pada sektor swasta budaya korupsi pun terus mengakar.

Definisi korupsi menurut pribadi saya adalah mengambil sesuatu yang bukan haknya, dalam hal ini mengambil sesuatu yang bukan haknya adalah berwujud materi dan imateri.

Hasil pemikiran nakal dengan ilmu yang kurang ini, berdasarkan definisi korupsi yang saya artikan sendiri. Ternyata hampir semua orang pernah melakukan korupsi, dan budaya korupsi sudah mengakar dari anak sekolah. Budaya korupsi juga merupakan hasil dari budaya instan yang terjadi saat ini yang mana orang tidak mau mengikuti suatu proses untuk mencapai suatu tujuan. Saat ini orang cenderung mencari jalan pintas atau shortcut untuk mencapai kesuksesan.

Contoh kecil dari pembiasaan korupsi adalah korupsi waktu, dalam hal ini bila kita terlambat kita telah melakukan korupsi waktu, yang sampai saat ini hampir semua orang menyukai untuk datang telat, atau pada saat penyelenggaraan rapat sering molor karena tidak tepat waktu. Dalam bisnis, waktu adalah uang. Jadi ketika kita mengkorupsi waktu, sama dengan kita mengkorupsi uang bukan?

Mahasiswa dan pelajar sebagai juru reformasi meneriakkan penghapusan korupsi, tetapi ketika mengingat pengalaman kuliah dulu, saat kita membutuhkan uang, terkadang sahabat saya bilang kepada orang tua untuk membeli buku, walau terkadang peruntukannya hanya untuk keperluan lain. Atau saat waktu kuliah, mahasiswa sering menitip absen kerena sedang males atau keadaan apa pun. Apakah contoh seperti itu bukan suatu korupsi?

Seorang pegawai swasta yang katanya lebih dari disiplin, dalam hal kecil kita sering ketika jam kantor pergi untuk keperluan pribadi, hal ini pernah terjadi kepada mantan Pimpinan saya ketika jam kerja Beliau mengajak saya untuk menemaninya berbelanja elektronik keperluan pribadi. Suatu korupsi waktu. Atau ketika ada beberapa sahabat saya meminta ATK, atau office supplies yang dibawa pulang untuk keperluan keluarga, walau nilainya tidak material, pembawaan ATK pulang merupakan suatu korupsi, walau terkadang sahabat beralasan “ah cuma pulpen, tipex, enggak akan membuat perusahaan rugi…”

Benar, pengambilan ATK kantor hal itu tidak bernilai signifikan, tetapi tindakan tersebut melatih mental kita untuk dapat membiasakan mencuri, mungkin para
Pejabat yang korupsi miliaran rupiah karena mereka bergelut dengan uang yang jumlahnya begitu tak terhingga, sehingga tertarik mengambil “sedikit ” menurut versi mereka, tetapi hal itu tidak dapat dibenarkan dalam hal apapun. Atau ketika seorang birokrasi, saat memberi pelayanan, contoh umum dalam berita dalam pembuatan KTP dibilang gratis atau maksimal Pembayaran RP 5000,- tetapi pernah saya mengurus Perpanjangan KTP, dimintai lebih dari angka tersebut. Ketika saya bilang di Koran beritanya tidak sebesar itu dan pihak oknum kelurahan tersebut berkelit “Ya sudah, Bapak urus KTP-nya di Koran saja, lagian kan biaya tersebut untuk ongkos ke Kecamatan bolak-balik, ” sungguh ironi seorang pelayan masyarakat seperti itu.

Atau ketika kita diminta untuk menjalankan perintah Tuhan, kadang kita sering mengulur waktu karena sedang tidak enak hati, dalam hal ini kita juga telah melakukan korupsi waktu dan korupsi ketaqwaan.

Terkadang kita sering teriak hukum para koruptor. Pernahkah terpikir ketika kita berbicara lantang seperti itu, jika kita mau jujur diri kita juga seorang koruptor, “walau yang kita korupsi tidak merugikan masyarakat” tetapi kita tetaplah seorang yang pernah melakukan korupsi walau hanya kecil-kecilan.

Sebenarnya kita sudah merasakan dampak akibat korupsi dalam sekala besar mengakibatkan kesengsaraan bersama-sama. Dan seorang koruptor adalah seorang penghianat atas kepercayaan yang telah diberikan kepada dirinya.

Maka dalam rangka keinginan kita bersama untuk memberantas korupsi, saya mengajak semua sahabat untuk memulai memberantas korupsi dari diri kita sendiri, dimulai dari hal yang terkecil, dan merambat ke keluarga, ke lingkungan dekat kita, dan terus meluas ke lingkungan tempat tinggal, dan akan terus meluas ke Negara ini.  Mari mulai jujur terhadap diri sendiri, dan tidak lagi membohongi diri ini, serta tidak melatih diri kita menjadi koruptor “kecil-kecilan” . Semoga pemberantasan korupsi dapat sukses dan Negara ini menjadi makmur tanpa korupsi.

“Mari kita wujudkan Indonesia bebas koupsi, dimulai dari saya, anda, dan untuk Indonesia, karena hal kecil yang anda lakukan akan berdampak besar jika kita lakukan bersama.”

“Dimulai dari diri sendiri, dimulai dari yang kecil, dimulai saat ini” (AA Gym)

Dalam perenunganku, Ayo berantas korupsi…untuk kita bersama.


Responses

  1. foto itu ngambil darimana si kok indah bngt?

  2. Maaf anda bisa mengambil dari fitur desain yang telah disediakan oleh wordpress, silahkan masuk diblog yang anda buat lalu silahkan pislih sendiri mana yang anda perlukan. kalau web ini saya menggunakan desain MistyLook dari Sadish,.
    Matursuwun..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: